Sabtu, 29 Desember 2018

Cara Cetak Baju Menggunakan Teknik Silkscreen

Ada banyak jenis percetakan dengan teknik yang berbeda-beda seperti sablon, offset printing dan digital printing. Tujuan dari ketiga teknik tersebut pun sama yaitu sama-sama mentransfer gambar namun dengan gaya dan alur yang berbeda. Teknik silkscreen atau sablon manual menjadi salah satu teknik yang mudah kita temui di beberapa konveksi. Selain mudah, teknik ini juga dinilai sangat murah dan menguntungkan. Silkscreen menggunakan metode cetak yang menggunakan screen atau kain saring untuk meletakkan tinta sablonan. Nah, untuk anda yang ingin tahu teknik silkscreen, berikut adalah cara cetak baju menggunakan teknik silkscreen,


Cara Singkat Cetak Baju Menggunakan Teknik Silkscreen
1. Menentukan Pola
Hal yang pertama kali dilakukan dalam cetak baju teknik silkscreen adalah menggambar pola yang akan digambar atau dicetak. Anda bisa menggunakan kertas HVS atau apapun untuk menentukan pola yang akan dibentuk pada kaos. Anda juga bisa menggunakan media gambar kalkir untuk mentransfer gambar ke layar. Usahakan gambar tidak terlalu luas atau terlalu lebar, sesuaikan dengan luas kain yang akan menjadi media pencetakkan. Setelah gambar digambar, kemudian gambar tersebut bisa dipotong dengan silet sesuai pola yang sudah terbentuk.

2. Pembuatan Media Transfer Gambar
Setelah pola yang diinginkan tergambar pada kalkir atau HVS, maka tiba saatnya anda mendesain alat untuk screening. Screening atau layar yang dibutuhkan bisa anda buat dari kain nylon atau kain sutera. Inilah yang menyebabkan teknik ini dinamakan teknik silkscreen. Kain dengan lebar sesuai selera tersebut kemudian diberi pola kalkir yang sudah tergambar sebelumnya dibagian belakang. Kain dan pola kemudian disatukan menggunakan pengapit berbahan kayu dan dibentangkan dengan rapat, usahakan agar tidak memiliki lekukan.

3. Proses Fotoresis
Sebelum proses printing baju secara manual menggunakan screening yang sudah jadi, perlu dilakukan sebuah proses kimia bernama fotoresis. Fotoresis adalah proses pemberian bahan kimia pada screening dan pola agar pola yang bisa diberi warna dan yang tidak bisa diberi warna menjadi kelihatan. Bahan kimia fotoresis akan dibalurkan ke seluruh bagian layar kemudian dijemur di bawah sinar matahari kurang lebih selama 15 detik. Setelah bahan kimia dirasa sudah kering, barulah screen disiram dengan air bersih. Penyiraman ini bisa membuat pola yang anda bentuk menjadi lebih jelas dan terang.

4. Pemberian Warna Atau Printing
Setelah semua proses telah dilakukan, maka tibalah saatnya untuk mencetak atau printing baju secara manual. Siapkan baju atau kaos yang akan diberi pola, kemudian posisikan screening ke atas baju yang sudah dibentangkan, usahakan baju terbentang sempurna tanpa adanya lekukan. Tuangkan pewarna tekstil yang diinginkan kemudian sapu dengan palet berbahan karet atau rakel secara berulang-ulang dan merata. Jika dirasa warna sudah terbalut rata pada baju, maka lepaskan screen secara perlahaan jangan sampai warna menetesi bagian kaos lainnya. Setiap screening digunakan untuk satu warna, setelah selesai tunggu warna tersebut kering.

Itulah beberapa informasi tahapan cara cetak baju menggunakan teknik silkscreen yang dapat anda ketahui. Teknik silkscreen biasa kita sebut dengan teknik sablon, teknik ini merupakan cara lama dalam memindah gambar pada media kaos. Karena caranya yang rumit dan waktunya yang lumayan lama, maka usaha garment beralih menggunakan cara yang lebih modern untuk memberi pola pada media kain. Sekarang, banyak usaha percetakan baju yang menggunakan digital printing, mereka menilai menggunakan alat printing kaos bisa lebih memudahkan dan berkualitas. Digital printing merupakan alat baru untuk menyablon baju dengan teknik yang hampir sama dengan printing paper. ,